Sabtu, 09 Juli 2011

Sejarah Berlian

Sejarah Berlian
Berlian berasal dari bagian terdalam gunung berapi yang juga mengandung atom dan karbon. Pada kenyataannya berlian merupakan kristal transparan yang mengikat empat bagian karbon atom. Batu berlian terbawa kepermukaan bumi melalui letusan volkanik. Menurut penelitian, naiknya berlian kepermukaan bumi dikarenakan batu yang mencair. Berlian dikembangkan dari bermil-mil bagian dalam permukaan bumi, pada kerendahan 150 km (90 mil), pada tekanan kira-kira 5 giga pascal dengan temperatur sekitarnya 1200 derajat celcius (2200 derajat Fahrenheit). Berlian bisa menjadi bentuk alami lain sesuai tingginya tekanan, secara relatif pada saat temperatur rendah. Namun sangat disayangkan berlian tidak bisa terbentuk dari bawah laut.
Sejak zaman purbakala bahkan pada saat penamaan berlian itu sendiri, berlian terkenal sebagai material yang paling keras ke tiga setelah ‘Aggregated diamond nanorods’ dan ‘Ultrahard Fullerite’.
Menurut sejarahnya, nama berlian itu sendiri diambil dari bahasa Yunani kuno yang artinya “Tak Terkalahkan”.

Berlian muncul kepermukaan bumi sudah sangat lama, berkisar dari 1-3,3 milyar tahun yang lalu. Berlian pertama kali dikenali dan ditambang di India. Dahulu, ada referensi yang ditemukan pada sebuah text penganut Budha, salah satu text Sansekerta ( Anguttara Nikaya ) yang kemudian disempunakan sekitar 296 BCE yang lalu. Text tersebut menceritakan juga mengenai ciri utama berlian yang kilaunya memancar. Pada saat itu berlian berasosiasi dengan membawa nama keTuhanan (Dewa), sebagai lambang dekorasi religius. Berlian dipercaya dapat membawa keberuntungan bagi siapapun yang memilikinya. Di India, pemiliknya dibatasi dengan kasta berdasarkan warna. Hanya Raja saja yang diizinkan memiliki semua warna berlian.
Seiring perkembangan zaman akhirnya berlian dapat diperdagangkan di daerah Timur dan Barat India dan dapat digunakan di berbagai kebudayaan untuk gemologi atau industri.

Di Eropa, berlian menghilang selama hampir 1000 tahun mengikuti berkembangnya umat kristiani. Mereka menolak keberadaan berlian yang pada awalnya dipercaya dapat digunakan sebagai Azimat. Hal ini sangat ditentang oleh umat kristiani. Karena menurut kepercayaan mereka, hanya Tuhan saja yang boleh dipercaya.
Namun, popularitas berlian kembali naik yang banyak digunakan sebagai batu permata. Hal ini disebabkan meningkatnya ketersediaan berlian itu sendiri seiring berkembangnya sejarah Eropa tersebut.
Di Perancis, pada abad ke-13 Raja Llouis IX menetapkan hukum yang menyatakan bahwa hanya Raja saja yang boleh memiliki berlian

Di bulan Febuari 2005, Tim Amerika (US) dan Cina memberikan laporan Arkeolog mengenai penemuan dari empat kekayaan almunium yang berasal dari kuburan batu yang pada saat itu menjadi adat kebudayaan Cina. Pada 4000 BCE-2500 BCE, para ilmuwan menemukan kampak bercahaya yang dipercaya dapat disemir dengan bubuk berlian sehingga tampak jauh lebih menarik.Di Cina, berlian biasa digunakan untuk pelengkap berlian lain, salah satunya adalah sebagai pengukur atau pelengkap ‘Jade’ (permata hijau lumut).

Setelah berabad-abad, dikalangan Aristokratis, berlian semakin populer sebagai batu permata. Tentunya hanya dikalangan mereka yang ber-uang dan ber-kelas. Biasanya digunakan sebagai cicin pernikahan. Sesuai perkembangan zaman, popularitas berlanjut dan berkembang dengan banyak perubahan bentuk sesuia permohonan estetika berlian. Berlian membuktikan bisa tetap populer dengan berbagai kelas sepanjang harganya masih terjangkau. Berlian menjadi salah satu objek yang sangat penting karena dapat berkembang pada dunia pembelian, penjualan, bahkan masuk dalam catatan kejahatan sampai politik.

Berita terbaru menurut Washington post tanggal 5 Maret 2007, telah ditemukan berlian jenis baru di negara Kanada. Ditemukan oleh seorang ahli batu yang selama bertahun-tahun membiayai pencarian berlian dinegara tetangga. Diakui, berlian ini milik Amerika Utara. Hal ini membuat Kanada mandapat aliran uang yang deras sebagai negara ketiga penemu berlian.

Bukittinggi : Kota Paling Ramah Sumatra part-2

Galeri Foto

Terletak di barat daya Bukittinggi, Ngarai Sianok yang mengagumkan merupakan keajaiban geografis yang unik. Jika ingin merasakan suasana yang mencekam, kunjungi Ngarai Sianok pada dini hari. Saat kegelapan di waktu subuh merayap melewati puncak Gunung Singgalang, selimut kabut membawa kita melihat Ngarai Sianok dengan kedalaman100 meter. Sungai yang berkelok-kelok melalui sawah lenyap bagai kabut. Ngarai Sianok merupakan bagian dari retakan bukit teknonik. Ngarai Sianok memiliki dinding yang curam dan dasar jurang yang datar. Para photographer akan sibuk mengambil gambar dari pemandangan ngarai yang spektakuler ini. Pemandangan ngarai terbaik yang bisa kita lihat adalah melalui Taman Panorama yang merupakan tempat yang terkenal bagi penduduk setempat untuk berjalan-jalan di sore hari.
Landmark yang paling tersohor di kota Bukittinggi adalah Jam Gadang. Dari sana kita dapat melihat pemandangan pasar yang ramai dan merupakan tempat terbaik untuk berbelanja oleh-oleh khas Sumatra Barat.
Dapatkan pengetahuan tentang kebudayaan Minang dengan menghadiri pertunjukan tari di museum terbuka yang diselenggarakan setiap hari Minggu dan hari libur nasional serta pertunjukan tari pada malam hari di Sliguri. Selain itu, Anda juga dapat menonton pertunjukan bullfight di Padang lawas (6 km Selatan Bukittinggi) setiap hari Selasa pukul 5 sore. 
Napak tilas ke kota bekas penjajahan Belanda dengan melihat keruntuhan Fort de Kock, benteng Belanda yang dibangun tahun 1825. Karena banyak benteng yang sudah rusak, ada menara yang merupakan tempat yang sempurna jika ingin melihat matahari terbenam dan melihat pemandangan Gunung Merapi yang sesekali mengeluarkan asap.   
Bagi Anda yang enerjik, tidak ada salahnya untuk mendaki Kota Gadang, desa kecil pandai perak beberapa kilometer dari Bukittinggi. Di sini Anda akan menemukan berbagai macam barang-barang perak yang murah, mulai dari barang perhiasan dari benang mas yang sangat halus sampai jepitan dengan motif bunga. Jika tidak ingin berjalan kaki, Anda dapat menaiki opelet dari terminal bus Aur Kunung. Beberapa tur agensi di Bukittinggipun ada yang menyediakan perjalanan ke Kota Gadang.
Jika Anda memiliki banyak waktu, sebaiknya Anda mengunjungi Museum Rumah Gadang, rumah keluarga besar Minangkabau tradisional yang dibangun pada abad ke-19. Dari Bukittinggi, Anda juga dapat mengunjungi cagar alam Harau, Kerajaan Pagaruyung Minangkabau, Danau Maninjau, Danau Singkarak dan Ngarai Sianok.

sumber : http://www.indonesia.travel/id/destination/463/bukittinggi/todo